Terjemahan

Selasa, 16 Desember 2014

Interaksi Sosial (Rafi Lasmanto)

MASALAH SOSIAL

- Masalah sosial dibagi menjadi 2 yaitu :

A. Bersifat umum:

       Bersifat umum adalah masalah yang tidak hanya mengancam atau meresahkan individu atau keluarga tetapi lebih luas lagi menyangkut sejumlah keluarga dan kelompok yang lebih banyak dan menjadi perdebatan umum.contoh ketidak mampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan pokok akan mengakibatkan munculnya perilaku yang dapat meresahkan masyarakat sekitarnya sehingga menjadi keresahan umum.

B. Bersifat Personal:

         Bersifat Personal adalah masalah individu sehingga dapat mengganggu dan ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi suatu masalah akan menciptakan masalah lain.

-Ciri masalah sosial dibagi menjadi 2 yaitu : 

A. Masalah sosial bersifat relatif : Masalah sosial berkaitan erat dengan nilai-nilai norma yang dianut masyarakat.

B. Masalah sosial bersifat kompleks : Masalah sosial tidak muncul secara mendadak, tetapi dilatarbelakangi oleh faktor penyebab yang rumit, Penyebabnya dapat ditelusuri melalui proses ekonomi, sosial, politik, maupun kepribadian.

C. Masalah sosial bersifat implikatif : Saling berkaitan dan bersifat implikatif tidak sendiri-sendiri.
More AboutInteraksi Sosial (Rafi Lasmanto)

Interaksi Sosial (Kanita Ramadhina S)

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.
Syarat interaksi sosial

Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi.


Kontak Sosial

Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut.

Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.
Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.

Komunikasi

Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut.
Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut:

Encoding

Pada tahap ini, gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini, komunikator harus memilih kata, istilah, kalimat, dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.

Penyampaian

Pada tahap ini, istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan, tulisan, dan gabungan dari keduanya.

Decoding

Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.
More AboutInteraksi Sosial (Kanita Ramadhina S)